Iziiin… mau tanya. Kira-kira di umur
16 tahun pada ngapain ya? Kalau anda biasanya main layangan, nyari belut, ngadu
cupang, nelepon radio request lagu dan kirim-kirim salam. Artinya anda sudah
tua! Hahaha! Tapi wajar, karena anak zaman dulu tidak terpapar teknologi
seperti anak sekarang, karena memang nggak ada, hahahaha! Teknologi paling
canggih mungkin Tamagochi, itu pun nggak semua orang tahu.
Nah anak sekarang sangat terpapar
teknologi sehingga mereka lebih pintar dibanding anak dulu, tapi sayangnya banyak
juga yang terjebak dalam teknologi. Scrolling tanpa henti, bikin konten yang
sembarangan, dan sebagainya. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan sehingga
muncullah jargon Indonesia Cemas, antithesis dari Indonesia Emas, sebuah
cita-cita mulai yang dicetuskan oleh para pemangku jabatan, walaupun entah yang
dipangku itu jabatan atau sesuatu yang lain.
Tapi tenang, selalu ada cahaya di
ujung terowongan, selalu ada Pelangi setelah hujan, selalu ada ojol saat
kelaparan tengah malam.
Diantara generasi yang tenggelam
dalam teknologi, ada seorang pemuda yang… ZHAM! Jujuuur… ini pemuda ZHAM
banget! Beda dengan anak-anak seusianya, walaupun mungkin dia juga main sosmed
juga, atau termasuk bocil tekno juga. Tapi percaya deh, dia ini ZHAM banget!
Perkenalkan. BINTANG.
Siapa sih Bintang ini?
Bintang yang punya nama lengkap
Bintang Putra Sugiatno, seorang pemuda berumur 16 tahun, yang bukan sekedar tukang genjreng gitar atau gebak-gebuk drum, tapi juga seorang penyanyi, dan bukan hanya penyanyi, dia juga composer, pencipta lagu, dan
pengarah aransemen.
Bayangkan, anak sekecil itu berkelahi
dengan komposisi! ZHAM!!!
Sebenarnya wajar ketika Bintang
tumbuh menjadi musisi berbakat, karena memang dia tumbuh di lingkungan keluarga
yang juga dekat dengan dunia musik sehingga kayaknya sedikit banyak berpengaruh kepada sisi musikalitasnya. Makanya
dia pernah bilang dia suka membuat aransemen sendiri karena bisa membuat
aransemen lebih megah dan lebih memuaskan. Keren!
Dan ternyata belum lama ini, Bintang
merilis sebuah karya, sebuah lagu yang berjudul “Reinkarnasi”. Lagu apa dan
seperti apa lagunya? Dari judulnya agak-agak mistis, filosofis gitu ya? Apakah
lagu ini berisi mantra-mantra? Atau rahasia alam semesta?
TENTANG REINKARNASI.
Kalo kita lihat musik-musik yang
viral sekarang, kungkin tidak ada lagu yang se-“filosofis” ini ya. walaupun Bintang
sendiri sebagai pencipta lagunya mengakui kalau proses pembuatan lagunya
dimulai dari membuat lirik yang tiba-tiba muncul di otaknya.
Single perdana Bintang yang berjudul
"Reinkarnasi" menjadi pembicaraan hangat segera setelah dirilis pada
Oktober 2025. Bagi seorang remaja berusia 16 tahun, pemilihan judul
"Reinkarnasi" tergolong sangat berani dan filosofis. Lagu ini tidak
hanya berbicara tentang siklus kelahiran kembali dalam arti mistis, walaupun
sisi mistis ingin ditunjukkan juga karena dia merasa anak-anak sekarang jauh
dari sini “mistis” dan spiritual ini, melainkan sebuah metafora tentang
pertumbuhan spiritual dan mental seseorang.
Pantesan bocah-bocah sekarang pada
overthinking ya, jauh dari spiritualitas.
Secara lirik, "Reinkarnasi"
menggambarkan proses transformasi diri. Bintang mengajak pendengarnya untuk
merenung tentang bagaimana kegagalan atau masa lalu yang kelam bukanlah akhir
dari segalanya, melainkan sebuah gerbang untuk "lahir kembali"
sebagai versi diri yang lebih tangguh dan bijaksana.
Dari sisi musikalitas, lagu ini
menawarkan aransemen yang megah sesuai dengan kesukaan Bintang tentunya.
Penggunaan instrumen seperti biola dan piano memberikan sentuhan sinematik,
sementara vokal Bintang yang khas memberikan emosi yang jujur. Diproduseri oleh
Heru Sugiatno, which is adalah ayahnya sendiri, lagu ini berhasil
menyeimbangkan idealisme seni dengan selera pasar musik modern yang haus akan
sesuatu yang segar.
Dan tenang aja, lagu ini bisa
dinikmati di semua platform musik yang ada di Indonesia.
VIDEO KLIP
Yes, video klip. Lagu Reinkarnasi
tidak hanya tersedia secara audio, tapi juga secara visual. Keseriusan Bintang
dalam berkarya terlihat dari penggarapan video klip "Reinkarnasi".
Visual yang ditampilkan bukan sekadar pelengkap, melainkan sebuah narasi visual
yang memperkuat pesan lagunya. Kehadiran video klip ini di platform YouTube
menjadi gerbang awal bagi audiens di luar Bandung untuk melihat potensi besar
yang dimiliki oleh Bintang sebagai seorang seniman visual sekaligus musisi.
Video klipnya berupa animasi yang memvisualisasikan
cerita tentang Reinkarnasi ini. Video ini memiliki jalan cerita yang berbentuk
animasi, selain juga ada bagian Bintang yang perform, tapi sisanya berbentuk
animasi. Dan ngomong-ngomong soal animasi, mungkin pertama kali melihat
videonya, kalian akan mengira video ini dibuat dengan menggunakan AI.
BHAAP!! Enggak dong! Percaya atau
tidak, di tengah gempuran AI yang merajalela, vido klip Reinkarnasi ini, murni
dikerjakan oleh para animator lokal alias hasil karya anak bangsa.
Iya, nggak salah baca kok, animasi
yang ada di dalam video ini dikerjakan sendiri oleh tangan-tangan berbakat
anak-anak bangsa. Ya memang nggak sendiri sih, satu tim, tapi maksudnya kan… ya
paham lah ya, ga usah di inikan kali apanya itu, yang penting kita sama-sama anu
soal anunya ini, iya dong?
Sebenarnya nggak ada masalah juga sih
kalaupun pake AI. Tapi ya kita tahu lah hasil AI memang bagus, tapi kurang rasa,
tidak berjiwa. Nah penggunaan animasi ini memberikan jiwa dalam lagu
Reinkarnasi ini, selain juga sebagai sebuah statement dukungan terhadap
ekosistem kreatif dalam negeri. Sebuah langkah kecil tapi sangat bermakna.
Video klipnya bisa ditonton di sini ya
Di antara gempuran lagu jedag-jedug yang membanjiri lini masa, terus terang mendengarkan lagu seperti ini agak-agak nyegerin juga sih. Apalagi secara aransemen juga bagus, mengingatkan ke musik di era awal 2000an.
Mungkin udah ada yang gatel pengen kenalan sama Bintang? Boleh dong. Langsung follow saja IG Bintang di sini
Sekarang pertanyaannya begini. Kalian
kalau reinkarnasi, pengen jadi apa? Tokoh yang mengubah dunia? Binatang eksotis
penuh aura mistis? Menjadi bintang yang dikagumi orang? Atau menjadi batu yang
hanya diam dan masa bodoh dengan kondisi dunia?





